Monday, May 16, 2011

Tuhanku yang baik, hari ini aku sangat senang,

Tuhanku yang baik, hari ini aku sangat senang, karena kami bertemu
Tuhanku yang baik, hari ini aku sangat senang, karena dia tersenyum
Tuhanku yang baik, hari ini aku sangat senang, karena dia berbicara kepadaku
Tuhanku yang baik, hari ini aku sangat senang, karena dia mendo’akanku
Tuhanku yang baik, hari ini aku sangat senang, karena dia senang bertemu denganku
Tuhanku yang baik, hari ini aku sangat senang, karena hari ini bukan hariku
Tuhanku yang baik, hari ini aku sangat senang, karena dia
Tuhanku yang baik, hari ini aku sangat senang, karena senyumnya
Tuhanku yang baik, maafkan aku jika terlalu banyak bicara,
karena hari ini, aku sangat senang

Thursday, April 21, 2011

What About Me?

Ketika kalian memilihku menjadi orang nomor satu di antara kalian
Aku merasa terbebani, mengapa aku? Aku bertanya,
Apakah ini hanya keinginan kalian menyusahkanku?
Apakah ini hanya untuk memberatkan pekerjaanku?
Me-reshuffle semua jadwal yang telah ku buat karena permintaan kalian agar aku menjadi orang nomor satu, itu yang ku lakukan

Aku merasa gelap, terpuruk karena kalian
Aku berkata kepada Tuhan-ku, bagaimana aku menghadapinya?
Tolonglah hamba-Mu ini, Yang Maha Pemurah
Tapi Tuhan memang baik
Diberi-Nya aku ketenangan yang menyelimutiku sampai perasaan itu menyerangku
Aku merasa melihat secercah cahaya yang mengatakan, kau mampu!
Teman-temanmu memilihmu karena mereka pikir kau di atas mereka
Tak lama setelah aku merasa kebahagiaan itu
Perasaan tak mampu dan lemahku menyerang kembali
Apakah aku hanya menghibur diri waktu itu?
Kembali aku merasa tak berdaya

Ternyata ujian untukku masih belum selesai
Kakak, kalian tahukah aku sudah menjadi orang nomor satu di kalangan teman-temanku?
Mengapa kalian memilihku kembali?
Apakah kalian ingin membuatku kembali tak berdaya?
Lemah?

Kalian tahu itu tapi tetap memaksakan kehendak kalian
Kalian tidak memikirkan aku yang bagaimana
Perasaanku yang bercampur
Terbebani, sedih, merasa sendiri, tak berdaya

Perlahan aku merasa mampu menanganinya
Menjadi orang nomor satu di dua tempat yang sama sekali berbeda
Wajah yang selama ini aku tunjukkan kepada kalian hanyalah topeng
Yang sebentar lagi akan terkuak bagaimana aslinya
Senyum, tawa dan candaku hanyalah cover agar kalian merasa senang
Kesedihan dan lemah, itulah aku yang sekarang

Kalian di mana sekarang?
Kalian bilang, aku akan membantumu
Tapi kalian perlahan pergi
Seakan tidak peduli dengan semua bebanku
Aku merasa tertinggal, kawan

Ibarat jari,
Sebuah telunjuk tak kan bisa mengangkat dua ember berisi air penuh sendiri
melainkan harus bekerjasama dengan jari lain
Ibarat lidi,
dia tak kan bisa menyapu semua halaman yang ada
Tapi diperlukan beratus-ratus lidi untuk melakukan
Tapi aku?
Aku hanya sebuah telunjuk dan sebatang lidi yang terus dituntut bekerja sendiri

Teman,
jika kalian memang percaya padaku,
jika kalian memang tidak bercanda ketika memilihku,
jika kalian memang temanku,
aku mohon dengan sangat,
Bantulah aku!

Tuesday, April 19, 2011

Aku,

Annyeong hasseyo!!
Hua..hua.. karena teman-teman suka, aku jadi nulis lagi. Aku suka teman-teman suka. Aku suka ngebuat teman-temanku menikmati semua karyaku. Suatu kepuasan tersendiri bagiku yang ngebuat aku terus berkarya. Mungkin ini part 2-nya ‘Aku,’ yang pertama. Aku ga tau. Mungkin juga aku Cuma bakal nulis kalo lagi ada yang pengen aku share.

Hhmmm… mulai dari mana ya? Oke, hari ini aku dari sekolah. Mengerjakan sesuatu yang seharusnya bukan tugasku. Menyenangkan sih melakukannya, tapi aku ngerasa kayak orang yang terlalu banyak ikut campur, padahal aku ga suka ada di posisi itu. Hari ini juga aku sedang merasa perasaan lama yang tumbuh lagi. Ibaratnya kayak pohon kaktus yang udah lamaaa banget ga dikasih air. Seger!

Aku ingat ada seorang cowok yang bisa dibilang ngasih aku semangat buat ikut organisasi di sekolah. Yak, sekarang dia malah jadi ketos di sekolahnya. Sementara aku? Jangan tanya lagi.

Aku sangat menyukai Fatimah binti Muhammad bin Abdullah. Dialah gravitasiku dalam bersikap. Emang, Nabi Muhammad yang paling perfect tapi untuk wanita, aku lebih menjagokan dia. Aku juga suka kisah cintanya dengan Ali yang romantis. Mereka adalah teman masa kecil. Dan dari kecil itu juga mereka udah saling jatuh cinta! Tapi sama-sama malu untuk bilang ke satu sama lain. Aku juga mau kayak gitu!!!

Untuk manusia zaman sekarang yang aku suka adalah GD oppa. Kalo aku liat dia, aku langsung jadi semangat. Sifatnya yang ga gampang nyerah dan "menulikan" telinga terhadap semua kritikan jelek dari orang sangat aku kagumi. Tapi dia bakal sangat berterima kasih kalo ada yang ngritik dia yang sifat membangun. Dari luar dia emang dingin tapi di dalamnya mengalir bakat musik yang aku akui keren! GD oppa, saranghae~

Ketika aku memasuki sebuah ruangan, yang pertama aku liat adalah orang-orang yang ada di situ. Kemudian melihat apakah ada tempat kosong untuk duduk. Kalo ada yaa aku duduk di situ. Kalo nggak, terpaksa harus beramah tamah sama cewek yang paling deket sama pintu buat duduk di sebelah dia. Selanjutnya, akan aku perhatiin apa yang lagi dibicarain di situ. Kalo nyambung ama aku, aku akan kasih masukan yang banyaaak biar mereka sampe muntah, ga bisa nampung ide-ide aku. Tapi kalo lagi ga mood atau ga connect sama tema pembicaraan, please don’t ever push me to give my idea. Cuma buang-buang waktu.

Aku baru sadar kalo aku benci orang yang haus kekuasaan. Bisa dibilang aku udah nemuin siapa salah satunya. Tapi aku bener-bener berharap perkiraan aku salah besar. Sangat menyayat hati kalo emang seandainya itu benar.

Tapi ngomong-ngomong aku belom bikin list orang yang paling aku ga suka ya? Oke, inilah dia. Orang yang bohong sama semua orang termasuk aku, orang yang bikin aku nunggu (jadinya Cuma buang-buang waktuku), orang yang sok tau, orang yang suka ngebandingin antara dirinya dengan diriku, orang yang suka ngebandingin masa lalu dan sekarang, orang yang maksa, orang yang marah-marahin orang tanpa alas an yang ga jelas (termasuk orang yang sok-sok-an galak, makanya aku ga mau jadi kakak galak kalo lagi mopd), orang yang ngejelek-jelekin aku di belakang tapi kalo di depan aku dia bermanis-manis (bisa dibilang orang yang menjilat), munafik, . . .

Yaa setidaknya itulah top 10-nya orang yang aku benci (plus haus kekuasaan). Tapi Alhamdulillah aku ga nemuin orang-orang kayak gitu di temen-temen yang biasa sama aku. Aku akan menghormati orang lain. Itulah kunci untuk dihormati. Even he/she is younger than me.

Aku sering merasakan suka dengan orang lain. Tapi karena keseringan itu juga hatiku patah. Ooh, sangat menyedihkan. Tapi aku ga kapok untuk menyukai orang lain (I’m a love hunter!) sampai aku menemukan my true love (so sweet). Aku rasa aku sudah menemukannya tapi aku belum tau pasti juga.

Ketika aku diam ada dua kemungkinan. Pertama, aku sedang berpikir. Kedua, aku tidak suka perkataannya. Aku lebih baik diam daripada mengatakan hal yang ga bagus. Yaah, misalnya menyebutkan nama-nama anggota kebun binatang atau sesuatu yang keluar dari makhluk hidup (feses bahasa alusnya).

Aku sering memikirkan masa depanku. Aku sedang berpikir ketika aku besar nanti, aku akan bekerja di sebuah majalah dan menjadi editornya. Lalu aku akan menjadi seorang penulis buku menggantikan Asma Nadia dan Helvytiana Rosa sekaligus menjadi seorang penerjemah buku. Aku juga akan menjadi seorang traveler yang keliling dunia untuk memperkaya isi ceritaku. Sehingga, setelah aku melakukan semua itu, aku akan menerima sebuah nobel sastra untuk penerima nobel sastra yang kesekian.

Aku ga pernah takut untuk bercita-cita tinggi. Walau mungkin banyak orang yang bilang ‘it is impossible’ tapi akan kutunjukkan. Karna semua cerita kesuksesan orang-orang sukses yang pernah aku baca berawal dari mimpi. Jadi, kalo mereka bisa aku pasti bisa.

Monday, April 18, 2011

Reheased Love

Hal ini terulang lagi
Cinta tiga tahun lalu
Aku merasakannya
Seperti bunga yang tak lama diberi air
Sangat menyenangkan
Aku bisa merasakannya di hati ini
Aku bisa mendengar namanya akhir ini
Aku sangat merindukannya saat ini
Saat ku dengar lagu itu
Mengingatkanku akan bayangmu
God, is it love?
I don’t know, maybe it is
I said,
Aku ingin tertawa mengingatnya
Aku ingin menangis mengenangnya
Dan aku sedang tersenyum saat aku menceritakannya
Sungguh, inilah yang kurasakan
Menyenangkan,
Menenangkan,

Friday, April 15, 2011

My Regret

Sempat aku menyukainya
Tapi hanya sejenak
Karena dia melindungiku sepenuhnya
Sekarang,
Aku tak sangka, nyatanya dia orang yang seperti itu
Egois dan tak suka diatur
Aku tak suka padanya
Padahal kukira dia orang besar
Yang bisa aku jadikan contoh
Tempat aku bertanya tentang semua
Menyebalkan,
Menyesal aku memujanya