Sungguh, pada akhirnya pun benteng akan roboh juga
Sekuat apapun pertahanan pasti akan tertembus juga
Sungguh, kata penghibur dapat menjadi penguat atau pelemah
Karena saat ini aku akhirnya menyerah karena aku lemah
Tuhanku Yang Maha Kuat,
Kuatkan aku menghadapi kerobohan ini
Kuatkan aku untuk membangun benteng yang lebih baik dan kuat
Genggam hatiku dengan kasih sayang-Mu
Friday, July 20, 2012
Thursday, July 12, 2012
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak kan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan
(Imam Syafi'i)
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak kan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan
(Imam Syafi'i)
Sunday, July 1, 2012
Apa
Apa niatmu?
Mencari sesuatu yang tidak pasti?
Apa tujuanmu?
Mencari sesuatu yang belum tentu akan jadi milikmu?
Apa maumu?
Mencari seseorang yang bahkan tidak dikenal?
Apa maumu?
Menginginkan sesuatu yang belum tentu kau mau jalani?
Apa lakumu?
Menangisi sesuatu karena tidak direstui?
Apa lakumu?
Memohon supaya diberi yang terbaik?
Mencari sesuatu yang tidak pasti?
Apa tujuanmu?
Mencari sesuatu yang belum tentu akan jadi milikmu?
Apa maumu?
Mencari seseorang yang bahkan tidak dikenal?
Apa maumu?
Menginginkan sesuatu yang belum tentu kau mau jalani?
Apa lakumu?
Menangisi sesuatu karena tidak direstui?
Apa lakumu?
Memohon supaya diberi yang terbaik?
Wednesday, June 27, 2012
about a-d-z-h
Aku ingat dulu ketika aku patah hati karena seseorang,
aku berdo’a supaya Allah kasih seorang sahabat yang akan selalu aku percaya,
yang bisa menjadi sahabatku selamanya walaupun tempat memisahkan kita.
Ternyata do’aku terkabul.
Allah mengirimkanmu kepadaku.
Suatu hari kau sedang sakit.
Kau tidak bisa berbicara barang sedikitpun karena suaramu terbatas.
Aku yang sedang sedih waktu itu langsung menghampirimu tanpa berpikir panjang.
Aku bertanya apakah kamu sudah dapat lembar tugas?
Kau bilang belum lalu aku ambilkan lembar itu untukmu.
Entah mengapa sejak saat itu aku selalu bersamamu, di sampingmu, dan berjalan denganmu setiap waktu.
Entah sejak kapan kita saling membutuhkan dan entah kapan aku jadi selalu percayakan pundakmu untuk tempat aku menangis, begitu juga kau.
Aku juga ingat kau meneleponku suatu malam dan menangis karena kau tak suka dengan teman-teman barumu.
Kau bahkan merelakan hatimu untukku.
Sahabat, aku jadi mengerti betapa kau sangat berarti untukku.
Aku menyayangimu karena Allah.
Dia telah mengabulkan do’aku untuk menjadikamu sahabat terbaiku.
Aku mencintaimu, sahabatku
aku berdo’a supaya Allah kasih seorang sahabat yang akan selalu aku percaya,
yang bisa menjadi sahabatku selamanya walaupun tempat memisahkan kita.
Ternyata do’aku terkabul.
Allah mengirimkanmu kepadaku.
Suatu hari kau sedang sakit.
Kau tidak bisa berbicara barang sedikitpun karena suaramu terbatas.
Aku yang sedang sedih waktu itu langsung menghampirimu tanpa berpikir panjang.
Aku bertanya apakah kamu sudah dapat lembar tugas?
Kau bilang belum lalu aku ambilkan lembar itu untukmu.
Entah mengapa sejak saat itu aku selalu bersamamu, di sampingmu, dan berjalan denganmu setiap waktu.
Entah sejak kapan kita saling membutuhkan dan entah kapan aku jadi selalu percayakan pundakmu untuk tempat aku menangis, begitu juga kau.
Aku juga ingat kau meneleponku suatu malam dan menangis karena kau tak suka dengan teman-teman barumu.
Kau bahkan merelakan hatimu untukku.
Sahabat, aku jadi mengerti betapa kau sangat berarti untukku.
Aku menyayangimu karena Allah.
Dia telah mengabulkan do’aku untuk menjadikamu sahabat terbaiku.
Aku mencintaimu, sahabatku
Sunday, March 4, 2012
Syukur
Syukur & sabar mungkin merupakan hal tersulit yang harus dilakukan manusia
Kejadian beberapa hari lalu membuatku belajar apa artinya bersyukur
Kami tidak mendapat kesempatan seperti 38 orang itu
Tapi kami masih bersyukur dan setidaknya masih bisa memaknai hal tersebut
Tapi mereka malah dengan pusingnya menentukan apa yang harus dilakukan
Bukankah jelas? Ambil saja,
Jika tidak, yaa tak usah
Mereka hanya membuat kami iri dengan apa yang mereka raih
Toh kita takkan tahu akan meneruskan di mana
Toh mereka cuma punya kodrat untuk mencoba
Ya ndak?
Sunday, February 5, 2012
Puisi AADC
Beberapa hari ini, aku & teman-temanku lagi ber-nostalgia tentang film-film lama Indonesia. Salah satunya film Ada Apa Dengan Cinta. Khe..khe..khe.. entah kenapa puisi di film ini pengen aku post di blog. Yaps, here it is..
Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
kulari ke pantai kemudian teriakku
sepi, sepi dan sendiri
aku benci
kulari ke pantai kemudian teriakku
sepi, sepi dan sendiri
aku benci
Aku ingin bingar
aku mau di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga
jika kusendiri
aku mau di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga
jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya
biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh
biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh
Ah, ada malaikat menyulam
jaring laba-laba belang
di tembok keraton putih
kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera
jaring laba-laba belang
di tembok keraton putih
kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan
belok ke pantai
belok ke pantai
Wednesday, February 1, 2012
Karateka
Annyeong~
Long time no see!!
It’s 2012!!! And please forgive me cause I didn’t write anything on January… this is all because my connection..!!! T____T
But, aku bersyukur karena di tahun lalu banyak sekali yang aku lakukan jadi bisa dibilang tidak ada yang aku sia-siakan hehehe… aku tidak merasa rugi atau apapun. Tahun 2011 tahun yang menyenangkan. Tahun perubahan untukku dan semuanya. Waah…sedih aku meninggalkannya.
Prolognya ga nyambung sama isinya. Aku mau bahas tentang karate. Yaps, salah satu ekskul yang masih bertahan aku di dalamnya. Aku sayang banget sama ekskul ini. Anak-anaknya, senpai-nya, solidaritasnya, semuanya..huaa…
Awalnya ada 17 orang. mereka adalah aku, kilas, damay, riska, piyan, rizki (ijo), marsyal (ijo), kamel, jericho, rafles, tami, ais, syarifah, nisa, yoga, shandi (kuning), beta, siapa lagi ya? Lupa saya. Tapi yang jelas mereka itu angkatan 7 di Hexa. Memang karena sistemnya masih pagi-siang sekolahnya dan kami pun ber-nota bene kelas 10, makanya latihannya pagi jam 9 sampe jam 11. Tempatnya? Di mana-mana. Di lapangan tanah merah, lapangan aspal, konblok, selasar kelas… mulai dari yang paling adem sampe paling panas sampe bikin kaki pasti kapalan dan akhirnya bopeng-bopeng. Iuukh…. (TcT)
Perjuangan kami (hadooh…) dari putih sampe terakhir cokelat (insya Allah aamiin..) (itemnya ga tahu *0*) hanya bertahan 5 orang. Yaitu aku, kilas, damay, riska, piyan. Rizki itu mulainya dari ijo, jadinya cuma tinggal nerusin doang.
Beneran mau nangis kalo inget saatnya bareng-bareng. Kompak, iya. Tangguh, ga bawel, banyak deh.. (apa sih?!) aku emang ga pernah ikut kejuaraan dan ga menghasilkan apa-apa. Teman-temanku yang cowok itu mereka berkali-kali dapet juara. Dari yang cuma juara 3 sampe juara 1. Perak, emas, banyaak!!!
Oh ya, kalo latihan pasti ga tentu berapa yang hadir. Entah cuma berempat (senpai sering marah-marah kalo udah begini) sampe yang paling lengkap. 17 orang ditambah 3 senpai. Aakh… itu merupakan peristiwa yang sangat langka, kawan-kawan.
Ya, itulah sekelumit cerita tentang karate. Kami adalah angkatan kedua di ekskul karate Hexa. Angkatan sebelumnya itu kakak-kakak 2 tahun di atas aku dan mereka berjumlah kurang dari 10 orang. Dan entah mengapa, angkatanku-lah yang paling banyak anak-anaknya (walaupun akhirnya emang pada keluar). Angkatan di bawahku krisis, begitu juga angkatan selanjutnya. Fiuuh.. aku harap tidak akan berjalan seperti itu nanti-nantinya. Aamiin…
Karateka hexa!!
Luar biasaa..!!!
Long time no see!!
It’s 2012!!! And please forgive me cause I didn’t write anything on January… this is all because my connection..!!! T____T
But, aku bersyukur karena di tahun lalu banyak sekali yang aku lakukan jadi bisa dibilang tidak ada yang aku sia-siakan hehehe… aku tidak merasa rugi atau apapun. Tahun 2011 tahun yang menyenangkan. Tahun perubahan untukku dan semuanya. Waah…sedih aku meninggalkannya.
Prolognya ga nyambung sama isinya. Aku mau bahas tentang karate. Yaps, salah satu ekskul yang masih bertahan aku di dalamnya. Aku sayang banget sama ekskul ini. Anak-anaknya, senpai-nya, solidaritasnya, semuanya..huaa…
Awalnya ada 17 orang. mereka adalah aku, kilas, damay, riska, piyan, rizki (ijo), marsyal (ijo), kamel, jericho, rafles, tami, ais, syarifah, nisa, yoga, shandi (kuning), beta, siapa lagi ya? Lupa saya. Tapi yang jelas mereka itu angkatan 7 di Hexa. Memang karena sistemnya masih pagi-siang sekolahnya dan kami pun ber-nota bene kelas 10, makanya latihannya pagi jam 9 sampe jam 11. Tempatnya? Di mana-mana. Di lapangan tanah merah, lapangan aspal, konblok, selasar kelas… mulai dari yang paling adem sampe paling panas sampe bikin kaki pasti kapalan dan akhirnya bopeng-bopeng. Iuukh…. (TcT)
![]() |
| yellow belt!! pelantikan pertama..(>o<) |
![]() |
| only 5 of us left ); |
![]() |
| Jericho & Piyan menang kejuaraan... emas & perak!! |
Ya, itulah sekelumit cerita tentang karate. Kami adalah angkatan kedua di ekskul karate Hexa. Angkatan sebelumnya itu kakak-kakak 2 tahun di atas aku dan mereka berjumlah kurang dari 10 orang. Dan entah mengapa, angkatanku-lah yang paling banyak anak-anaknya (walaupun akhirnya emang pada keluar). Angkatan di bawahku krisis, begitu juga angkatan selanjutnya. Fiuuh.. aku harap tidak akan berjalan seperti itu nanti-nantinya. Aamiin…
![]() |
| Last grade high school (^o^ 9) |
Luar biasaa..!!!
Thursday, December 22, 2011
Today is Mother's Day
Beribu lukisan tak ada yang dapat menggambarkan betapa pentingnya dirimu untukku
Beribu kata tak ada yang dapat mengutarakan betapa sayangnya aku padamu
Kata maaf dan terima kasih pun mungkin tak dapat membalas semua yang telah kaulakukan untukku
To my mom, from your daughter
Happy mother’s day, mom! I love you so much ^o^
This song is for my mom
Seamo - Mother (translation)
Hi Mother, Dear Mother, how are you doing?
Sorry I haven’t called recently, I’m getting by okay…
Sorry I haven’t called recently, I’m getting by okay…
*Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I want to tell my kids about this love that supported me
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I want to tell my kids about this love that supported me
Even though I grow impatient when I’m near you
When you’re far away from me I grow lonely
That’s who you are to me, you can cut through any problem and solve it
And you have the most patience and toughness of anyone I know
You would always be concerned over my well-being before your own
When you’re far away from me I grow lonely
That’s who you are to me, you can cut through any problem and solve it
And you have the most patience and toughness of anyone I know
You would always be concerned over my well-being before your own
Cooking, doing the laundry, cleaning, raising a child
You even worked during your free time
You would only require things from the lowest places
I didn’t understand even though it was so obvious
It wasn’t until I started living by myself that I understood
Whenever I think of how much you’ve accomplished
And how hard it must have been, I feel like I can try my best today
You even worked during your free time
You would only require things from the lowest places
I didn’t understand even though it was so obvious
It wasn’t until I started living by myself that I understood
Whenever I think of how much you’ve accomplished
And how hard it must have been, I feel like I can try my best today
I’d say, “Wake me up at seven a.m.”
And you would wake me up right on time
But I would be unfair to you
And say the words “shut up” while I was still half-asleep
This was the daily routine
You never made one tired face
And woke me up every day
Warmer and more accurately than any alarm clock
And you would wake me up right on time
But I would be unfair to you
And say the words “shut up” while I was still half-asleep
This was the daily routine
You never made one tired face
And woke me up every day
Warmer and more accurately than any alarm clock
But then one day I skipped school and said, “I don’t wanna go”
I wouldn’t leave my futon and you stood in front of me
Hid your face with both hands and cried loudly
I also felt sad and cried
At that time I blamed myself wondering, “How could I be so stupid?”
I wouldn’t leave my futon and you stood in front of me
Hid your face with both hands and cried loudly
I also felt sad and cried
At that time I blamed myself wondering, “How could I be so stupid?”
Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I give you thanks for this love that supported me, my mother
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I give you thanks for this love that supported me, my mother
I know there’s nothing more painful in the world
Than a parent burying their child
So I’ll make sure it never happens
Even if I only live one second longer than you
I’ll make sure of it…
Than a parent burying their child
So I’ll make sure it never happens
Even if I only live one second longer than you
I’ll make sure of it…
I’m glad I’m your child
I’m glad you’re my mother
And that won’t ever change
It won’t ever change for all time
Because I am the very image of you…
I’m glad you’re my mother
And that won’t ever change
It won’t ever change for all time
Because I am the very image of you…
Be my mother forever
Be well forever
You still have one more job left to do
And that’s to accept your son’s love and respect for you...
You still have one more job left to do
And that’s to accept your son’s love and respect for you...
Saturday, December 10, 2011
Us
![]() |
| It is really hard for me to not be beside you. Will you keep me? |
. . .
![]() |
| I do believe that you will come to me. But it is too long to waiting for you. Can I waiting longer? |
. . .
![]() |
| My heart is hanging on a tree. Will you take and keep it for me? |
. . .
![]() |
| I know there will be a happy-ending love story for us |
Hold My Hand
This song is for my best friend ever
Thanks for not allow me alone, Adzh . . . :)
I hear the flower’s kinda crying loud
The breeze’s sound in sad
Oh no
Tell me when did we become,
So cold and empty inside
Lost a way long time ago
Did we really turn out blind
We don’t see that we keep hurting each other no
All we do is just fight
Now we share the same bright sun,
The same round moon
Why don’t we share the same love
Tell me why not
Life is shorter than most have thought
Hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what we have left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let’s pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you
Children seem like they’ve lost their smile
On the new blooded playgrounds
Oh no
How could we ignore, heartbreaking crying sounds
And we’re still going on
Like nobody really cares
And we just stopped feeling all the pain because
Like it’s a daily basic affair
Now we share the same bright sun,
The same round moon
Why don’t we share the same love
Tell me why not
Life is shorter than most have thought
Hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what we have left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let’s pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you
No matter how far I might be
I’m always gonne be your neighbor
There’s only one small planet where to be
So I’m always gonna be your neighbor
We cannot hide, we can’t deny
That we’re always gonna be neighbors
You’re neighbor, my neighbor
We’re neighbors
So hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what have left behind
So hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what have left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let’s pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you
Thanks for not allow me alone, Adzh . . . :)
I hear the flower’s kinda crying loud
The breeze’s sound in sad
Oh no
Tell me when did we become,
So cold and empty inside
Lost a way long time ago
Did we really turn out blind
We don’t see that we keep hurting each other no
All we do is just fight
Now we share the same bright sun,
The same round moon
Why don’t we share the same love
Tell me why not
Life is shorter than most have thought
Hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what we have left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let’s pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you
Children seem like they’ve lost their smile
On the new blooded playgrounds
Oh no
How could we ignore, heartbreaking crying sounds
And we’re still going on
Like nobody really cares
And we just stopped feeling all the pain because
Like it’s a daily basic affair
Now we share the same bright sun,
The same round moon
Why don’t we share the same love
Tell me why not
Life is shorter than most have thought
Hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what we have left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let’s pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you
No matter how far I might be
I’m always gonne be your neighbor
There’s only one small planet where to be
So I’m always gonna be your neighbor
We cannot hide, we can’t deny
That we’re always gonna be neighbors
You’re neighbor, my neighbor
We’re neighbors
So hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what have left behind
So hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what have left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let’s pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you
-Maher Zein-
Wednesday, November 16, 2011
My Thanks to Them
Rasanya baru kemarin aku masuk ke sekolahku. Aku mendaftarkan diri sebagai MPK OSIS 2009/2010. Mengikuti semua prosedur mulai dari pengumpulan berkas yang pas hari H baru aku kumpulkan, ikut tes tertulis sepulang sekolah dan masih malu-malu untuk maju, ikut tes wawancara yang melelahkan sampai harus lari-lari dari satu pos ke pos lain plus kena semprot dari senior, kemudian ikut pra-LDK dan LDK yang tugasnya menggunung. Setelah itu aku dilantik dan kakak kelasku menerima amanah sebagai ketua. Waktu itu aku mengajukan diri sebagai sekretaris 2 tapi entah mengapa setelah pertimbangan yang rumit (menurutku,) aku naik sebagai wakil ketua. Aku tidak tahu kalau akan seperti ini akhirnya. Itulah awal perjalananku.
Aku naik kelas 2 dan merasa sudah cukup dengan semua pengalaman organisasi di MPK OSIS. Aku berniat untuk tidak melanjutkannya di tahun depan. Allah punya rencana lain. Melalui ketuaku, aku dicalonkan sebagai penerusnya di tahun 2010/2011. Awalnya aku menolak namun sepertinya apa yang aku pikirkan tidak sama dengannya. Dia mencari pendukung untuk menaikkanku di tahun depan. Akhirnya dengan sedikit merelakan hati, aku menerimanya. Tentu saja dengan air mata karena aku memang tidak siap walau sudah dipersiapkan.
Proses yang aku jalani tahun lalu dengan 2 tahun yang lalu sangat berbeda. Jika 2 tahun yang lalu fisik dan mentalku diuji, di tahun mendatang aku diuji tentang sikap, keorganisasian dan kewibawaanku sebagai seorang pemimpin. Sangat menyenangkan dua tahun aku berorganisasi.
Hari ini semua itu tidak terjadi kepadaku. Aku berubah peran menjadi senior untuk juniorku dalam mengatur prosedur seleksi MPK OSIS 2011/2012. Aku sangat senang karena pada akhirnya akan ada orang yang menggantikan posisiku. Namun aku sedih karena inilah tahun terakhir aku sebagai pemimpin di SMA. Aku sedih karena aku tidak akan bisa merasakan hal yang sama untuk ke depannya di masa depanku nanti.
Banyak yang harus dikorbankan ketika kau memilih suatu perkara. Kau harus terima dengan segala konsekuensi yang ada, baik positif maupun negatif untukmu. Aku merasakannya dan itu hal yang berat untukku.
Aku tidak sendirian di dalam organisasi itu. 14 orang temanku membantuku sejak kami masuk pertama kali di MPK OSIS. Ditambah dengan 9 orang teman baru di MPK OSIS membuat aku menjadi semakin bersyukur bisa tumbuh di kalangan orang-orang hebat seperti mereka. Belum pernah selama 16 tahun aku hidup di dunia ini bertemu orang-orang seperti mereka. Ini yang pertama kali.
Terima kasih kawan, kalian sudah mau mendukungku baik dalam keadaan susah maupun senang. Terima kasih atas segala kontribusi dan pengorbanan kalian. Aku senang bisa memimpin orang-orang hebat seperti kalian. Semoga kita semua bisa menjadi kebanggaan untuk semua orang yang kita kenal. Terima kasih atas 3 tahun berharga di SMA. Mungkin aku harus menarik kata-kataku dulu ^_^
Kamsahamnida, chingu…
Aku naik kelas 2 dan merasa sudah cukup dengan semua pengalaman organisasi di MPK OSIS. Aku berniat untuk tidak melanjutkannya di tahun depan. Allah punya rencana lain. Melalui ketuaku, aku dicalonkan sebagai penerusnya di tahun 2010/2011. Awalnya aku menolak namun sepertinya apa yang aku pikirkan tidak sama dengannya. Dia mencari pendukung untuk menaikkanku di tahun depan. Akhirnya dengan sedikit merelakan hati, aku menerimanya. Tentu saja dengan air mata karena aku memang tidak siap walau sudah dipersiapkan.
Proses yang aku jalani tahun lalu dengan 2 tahun yang lalu sangat berbeda. Jika 2 tahun yang lalu fisik dan mentalku diuji, di tahun mendatang aku diuji tentang sikap, keorganisasian dan kewibawaanku sebagai seorang pemimpin. Sangat menyenangkan dua tahun aku berorganisasi.
Hari ini semua itu tidak terjadi kepadaku. Aku berubah peran menjadi senior untuk juniorku dalam mengatur prosedur seleksi MPK OSIS 2011/2012. Aku sangat senang karena pada akhirnya akan ada orang yang menggantikan posisiku. Namun aku sedih karena inilah tahun terakhir aku sebagai pemimpin di SMA. Aku sedih karena aku tidak akan bisa merasakan hal yang sama untuk ke depannya di masa depanku nanti.
Banyak yang harus dikorbankan ketika kau memilih suatu perkara. Kau harus terima dengan segala konsekuensi yang ada, baik positif maupun negatif untukmu. Aku merasakannya dan itu hal yang berat untukku.
Aku tidak sendirian di dalam organisasi itu. 14 orang temanku membantuku sejak kami masuk pertama kali di MPK OSIS. Ditambah dengan 9 orang teman baru di MPK OSIS membuat aku menjadi semakin bersyukur bisa tumbuh di kalangan orang-orang hebat seperti mereka. Belum pernah selama 16 tahun aku hidup di dunia ini bertemu orang-orang seperti mereka. Ini yang pertama kali.
Terima kasih kawan, kalian sudah mau mendukungku baik dalam keadaan susah maupun senang. Terima kasih atas segala kontribusi dan pengorbanan kalian. Aku senang bisa memimpin orang-orang hebat seperti kalian. Semoga kita semua bisa menjadi kebanggaan untuk semua orang yang kita kenal. Terima kasih atas 3 tahun berharga di SMA. Mungkin aku harus menarik kata-kataku dulu ^_^
Kamsahamnida, chingu…
Tuesday, November 8, 2011
Am I really Love School?
Am I really love school?? Ah~ I do not know about that. It’s very hard for me to say yes if it’s true. But, I don’t like it. Sekolah seperti rumah pertamaku dibanding rumahku yang sebenarnya. It’s going to be crazy at all. Duniaku terasa terbalik. I need school than my home, my own room!! Sejak TK sampai sekarang SMA kadar keberadaanku di sekolah jauh lebih banyak dibandingkan di rumah. Kadang, rumah hanya sebagai tempat untuk makan dan numpang tidur. Aktivitas? Ya di sekolah.
Ketika TK orangtuaku bekerja makanya aku dititipkan di TPA yang emang kebetulan sama tempatnya dengan sekolah. Jam 7 pagi aku diantar ke sekolah dan baru selesai jam 12 siang. Sementara menunggu TPA mulai jam 3, aku harus tidur siang untuk mengisi waktu luang. Tapi sayangnya aku bukan anak yang penurut. Aku dan temanku, Sarah, kadang dengan temanku yang lain seperti Nita, Pandu, Ian, dan yang lainnya, malah bermain di taman. Main ayunan-lah, perosotan, enjot-ejotan (baca: jungkat-jungkit), main putri-putrian, masak-masakan, main gambar-gambaran di papan tulis hitam menggunakan kapur berwarna-warni, dan lain sebagainya. Kadang guruku – biasanya sih dipanggil bunda – marah-marah kalo kami sudah seperti itu. Bahkan, walau sudah mau tidur, kami tetap berbisik-bisik sambil cekikikan ga jelas. Terus kalo bunda nongol kepalanya dari pintu, kami langsung pura-pura tidur biar ga dimarahin. Sungguh kekonyolan yang amat luar biasa…
Tidak hanya di TK, aku juga dimasukkan ke dalam SDIT full day yang terlihat dari namanya saja sudah ketahuan bahwa belajar seharian penuh. Full day bukan diartikan kalo kami belajar seminggu penuh, (gila!) tapi seharian penuh mulai jam 7.30 – ba’da ashar. Bukan aku namanya kalo ke sekolah cuma buat belajar. Aku dan teman-temanku belajar cuma beberapa jam dan sisanya main-main. Main polisi-polisian (padahal udah mau UASBN), nyari biji-biji meletup kalo dimasukin ke air, main vampir-vampiran dan hal yang ga kalah konyol lainnya dibanding ketika TK.
Nah, masuk SMP aku mulai ketagihan sama sekolah. Aku dimasukin lagi ke SMPIT full day. Huahahaha… aku masuk ke OSIS dan di sinilah puncaknya aku menyatakan bahwa school is my home!! Aku berangkat dari rumah jam 6 dan baru pulang jam 6 sore. Bahkan ketika aku kelas 3, aku dan teman-temanku “belajar” sepulang sekolah untuk UN. Tentu saja diselingi dengan main-main. Belajarnya cuma dari jam 4 sore sampai jam 5 sore. Sisanya kami main sampe mau isya. Khe khe khe…
Untuk mencapai sekolahku yang sekarang, dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan dari rumah. Berasa banget capeknya… ditambah aku yang aktif (jiaah… bahasanya..) di organisasi manapun di sekolah membuatku semakin menjadi-jadi mengatakan bahwa school is my home. Huuaaah… badan remuk, rasa lapar yang luar binasa, ngantuk yang ga ketulungan, dan lain-lain perasaan itu muncul ketika aku SMA. Bahkan ketika libur pun aku masih masuk untuk ngurusin suatu hal. Contohnya, orang-orang pada seneng-seneng libur sekolah, melanglang buana ke mana-mana, tujuanku hanya satu, sekolah yang berada di ujung berung itu. Hhh… tapi bener lho, kata-kata bahwa aku diselamatkan oleh amanah itu benar. Buktinya, aku dihindarkan dari beribu kegiatan ga berguna yang “mungkin” biasa teman-teman lakukan ketika libur. Nonton tv, makan, tidur. Begitu berulang-ulang. Yaah… walau capek, tapi itu semua terbayar dengan pengalaman yang ada.
Oke, mungkin kata-kata school is my home bisa dijadikan predikat yang sudah melekat padaku. Aku selalu menjadi orang terakhir yang keluar dari sekolah (bersih-bersih maksudnya?).
Chau… itu saja yang bisa kukatakan sekarang. Mengisi kekosongan menunggu teman-temanku datang latihan karate.
Daah… ^o^
Sunday, November 6, 2011
Pesan Kakak untuk Adiknya
Sabtu 5 November 2011 pukul 15.30. Hari ini genap sudah aku resmi melepas dua jabatanku, ketua MPK dan kaput Rohis. Keduanya aku iringi dengan air mata yang menunjukkan bahwa aku belum siap berpisah dengan kalian dan khawatir bagaimana keduanya akan berjalan nanti. Tapi aku yakin Allah selalu bersama dengan mereka. Aku yakin mereka tahu apa yang harus aku lakukan. Walau mungkin sementara aku harus fokus dengan belajar untuk tahun terakhir, aku sudah janji dengan mereka akan membantu semampuku.
Hei, adik-adik, aku pernah merasakan apa yang kalian rasakan. Itu adalah hal tersulit bagiku untuk menerima keduanya secara bersamaan. Rasa sepi, sedih dan senang sudah kurasakan setahun belakangan. Dan itu merupakan pengalaman yang paling berharga yang aku punya. Suatu saat kau akan merasakan bagaimana teman-temanmu lebih memprioritaskan diri mereka dibandingkan organisasi kalian. Sakit. Lebih sakit daripada diputuskan oleh kekasih.
Tapi aku percaya bahwa Allah masih sama aku. Aku terus berada dekat dengan-Nya, baik malam maupun siang. Aku takut tanpa-Nya aku ga bisa ngapa-ngapain. Aku terasa kering tanpa-Nya. Itulah salah satu faktor aku merasa beruntung menjadi pemimpin, aku bisa selalu dekat dan mau dekat dengan-Nya.
Justru saat-saat seperti inilah yang aku khawatirkan. Aku takut aku menjadi semakin jauh dengan-Nya ketika aku tanpa amanah. Aku takut menjadi seperti orang yang hanya duniawi oriented. Itu hal yang mengerikan untukku. Karena amanah sudah menjagaku.
Ada saat di mana perasaan kalian akan dipermainkan oleh semua orang disekelilingmu. Setidaknya itu yang aku rasakan satu tahun itu. Ada saat di mana kalian harus mengontrol semua emosi yang bisa dibilang sudah mau luber. Ada saat di mana kalian harus kuat di depan teman-teman kalian. Aku sudah merasakan itu, dik.
Sekarang roda itu berputar. Aku harus turun dan kalian harus naik menggantikanku. Jadilah pemimpin teman-teman kalian menuju akhirat. Jadilah seorang pemimpin yang tanpanya tidak akan ada yang bisa menggantikan. Jadilah sosok kakak, orangtua dan guru dihadapan teman-teman kalian. Jadikanlah kasih sayang sebagai pengobat rasa sakit teman-temanmu, dan jadikanlah agamamu sebagai dasar dari semua keputusanmu. Insya Allah aku yakin kalian lebih baik dari aku.
Semangat, adikku sayang, semoga Allah selalu menyertai kalian. >o<
It's not as beautiful as before
Bumiku tak seperti dulu. Indah, menyenangkan untuk dirasakan dan dilihat. Ketika perjalanan pulang dari sekolah naik angkot, hujan turun namun cuaca sedang bermatahari. Aku pikir akan ada pelangi nanti. Lama kutunggu dari balik jendela besar angkot, ternyata itu sebuah pengingkaran.
Dulu ketika aku kelas 1 SMA, tak jarang aku melihat pelangi. Karena aku masuk siang, ketika sore hari sehabis hujan, aku dan teman-temanku bisa melihat pelangi yang sangat indah. Kadang ada 2 pelangi sekaligus. Aku tersenyum melihat keindahan itu dan langsung berputar memoriku semasa kecil. Waktu itu, sebelum kakek meninggal, kami melihat pelangi yang sangat indah dari dekat di halaman rumahku. Aku, kakekku, adikku dan ummi. Kakek menceritakan tentang Jaka Tarub yang mencuri selendang dari para bidadari yang sedang mandi. Yaa.. itulah mitos yang sejak dulu selalu diceritakan.
Selain pelangi, awan di langit juga tak kalah indah. Tak hanya di langit biru. Bahkan awan mendung di langit yang hitam pun sangat menarik untuk dilihat. Apalagi ketika ada angin sepoi-sepoi yang sejuk menampar mukaku. Aduuh.. itu keren banget!!! Rasanya, masih bisa kurasakan sekarang…
Tak jarang aku melihat awan dengan bentuk-bentuk aneh dan lucu. Ada yang seperti dinosaurus, pulau aneh, nenek sihir, kuda nil, roti croissant atau apapun sesuai imajinasi masing-masing.
Tapi bandingkan dengan sekarang. Semua itu perlahan menghilang dari mataku. Aku benci mengakui bahwa Bumi sudah tua. Aku benci mengakui bahwa aku termasuk dari sekian milyar orang di dunia yang kurang peduli dengan alam. Aku hanya bisa melengos menantikan bagaimana berpuluh tahun ke depan.
Aku hanya ingin melihat pelangi dan awan. Aku ingin melihat halo yang kadang ada bersama si bulat bulan purnama di langit malam yang cerah. Aku ingin merasakan angin itu menamparku lagi. Aku ingin kembali ke masa lalu.
Kenyataan pahit yang kini sedang kualami. Setidaknya itulah yang aku pikirkan. Kamu? Apa yang kau pikirkan? Apakah berpikiran sama denganku?
Wednesday, October 26, 2011
Cinta Pertama dan Terakhir
sebelumnya tak ada yang mampu
mengajakku untuk bertahan
di kala sedih
sebelumnya ku ikat hatiku
hanya untuk aku seorang
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian
kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku
sebelumnya tak mudah bagiku
tertawa sendiri di kehidupan
yang kelam ini
sebelumnya rasanya tak perlu
membagi kisahku saat ada yang mengerti
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian
bila suatu saat kau harus pergi
jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
karena senyummu menyadarkanku
kaulah cinta pertama dan terakhirku
mengajakku untuk bertahan
di kala sedih
sebelumnya ku ikat hatiku
hanya untuk aku seorang
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian
kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku
sebelumnya tak mudah bagiku
tertawa sendiri di kehidupan
yang kelam ini
sebelumnya rasanya tak perlu
membagi kisahku saat ada yang mengerti
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian
bila suatu saat kau harus pergi
jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
karena senyummu menyadarkanku
kaulah cinta pertama dan terakhirku
song : sherina munaf
Monday, October 17, 2011
The Lost Brothers
Annyeong~
Guys, aku ingin memperkenalkan kalian kepada lima orang saudaraku yang untungnya telah kutemukan (hehehe T_T). Merekalah abangku yang telah kucari selama ini. Lebih baik aku langsung memperkenalkannya saja kepada kalian. Here they are…
The first brother who is I found is Kwon Ji-yong a.k.a G-Dragon, khe khe khe… aku temukan dia 2,5 tahun yang lalu. Waktu itu aku nonton drama korea judulnya I am Sam. Di sana ada TOP, temennya abang GD. Aku baru tahu kalau TOP itu salah satu member Big Bang. Nah, ketika aku melihat seluruh personil plus dengan biodatanya, langsunglah aku lihat abang. Ternyata, inilah abang yang aku cari selama ini. Thanks God (hohohoho ^o^V). Keahliannya yaitu dalam bidang musik. Dia yang menulis lagu, mengaransemen, menyanyikannya, membuat koreografinya (sometimes,) dan memproduksinya. Yaa.. walau ga sekaligus sih dia melakukan itu semua. Kadang dibantu oleh teman-temannya. Tapi dia hebat menurutku.
The second is Lee Taemin. Huaaa~ aku seneng banget pas lihat Taemin oppa di mv Lucifer-nya SHINEe. Ketika aku cocokan dengan ciri-ciri abangku yang lain, ternyata memang dialah salah satu abangku yang hilang (The Lost Brothers..). I called him dance-machine. Dia adalah abang spesialis dance. Gerakannya itu lho yang W-O-W!! (o.O) LOL!! Bertenaga pisan…
The third is Cho Kyuhyun a.k.a evil-magnae. Abangku yang satu ini, biar dikata “magnae” ama hyungs-nya tapi dia abang pertamaku lho! (omo! O_O) He’s the great singer I think. He can sing every genre song (include country-side?) Hmm… aku menemukannya ketika dia sedang diwawancara setelah penampilan K.R.Y di salah satu acara stasiun tv di korea. Aku seperti mengenalnya (ha?!), kataku waktu itu. Akhirnya, aku langsung take off ke sana. Ketika aku Tanya dia tentang semua kisah hidupnya, ya, he’s my first oppa! Aku langsung menangis tersedu-sedu.. “oppa..” I said.
The fourth is Lee Joon. My “athletic” oppa. Abis keren banget badannya. Aku lihat dia lewat tv di salah satu acara korea di mana dia jadi bintang tamu tetapnya. Aku menemukan bahwa salah satu abangku adalah orang yang senang olahraga atau bisa dilihat & dikatakan seperti itu. Ketika aku lihat Lee Joon tampil di acara tersebut aku langsung take off lagi ke sana dan menemukan bahwa memang dia abangku. Hah~ oppaa.. aku tinggal menemukan the last brother who lost -_-
Finally I found him. He’s Jung Jin-young. I think he’s the cutest brother among of all. Hehehe mianhae, oppa!! Tidak bermaksud untuk membeda-bedakan. I found him when I watched his debut “O.K.”. Di daftarku ada abang yang bernama Jin-young. Aku langsung memencet nomor telepon agensinya dan memaksa berbicara dengan abangku. And, yeah, he’s the last. I was very happy at that time. Hampir-hampir aku teriak di telepon yang untungnya langsung dicegah oleh abang sebelum hal itu terjadi. Yes, my mission is completed!! [\\(>o<)//]
Well, guys, jangan dianggap serius yaa yang di atas. Itu cuma fiksi belaka. Aku terkena virus hallyu wave dan berakhir dengan nge-fans sama mereka. Jadilah tulisan ini dibuat. Aku ga berani nyebut mereka pacar, tunangan atau suami seperti yang dilakukan oleh orang lain. Aku hanya bisa memasang mereka as “The Lost Brothers”, terlalu jauh untukku (^_^). Naah, kalau diurutkan berdasarkan umur, abang pertamaku adalah Kyuhyun, kemudian Lee Joon, GD, Jin-young baru Taemin. Tapi yang aku bingung, kok bisa ibuku melahirkan Kyu-oppa dengan Lee Joon-oppa yang tahun & bulannya sama tapi tanggalnya beda? Cuma beda 4 hari masa! Ckckck… itu salah satu misteri yang belum bisa kupecahkan, saudara-saudara.
Baiklah, sepertinya cukup sekian dari saya. Maaf yaa untuk para fans-nya abang. Semoga tidak kecewa.
Kamsahamnida~
Saturday, October 8, 2011
Childhood
Childhood is a word which I love. Aku suka karena itulah masa-masa indahku. Hahaha… setidaknya bisa dibilang seperti itu. Hari ini aku & Deani, teman sebangku, bernostalgila dengan kisah masa kecil masing-masing. Aku cerita kalo masa kecil aku itu dipenuhi dengan banyak main. Terus aku lanjutin kalo aku suka jepang sejak SD dulu. Aku selalu nyengir kalo ingat bagian itu. Waktu itu, om-ku baru pulang dari Jepang dan ngajarin aku bahasa jepang. Cuma angka doang sih. Yang namanya anak kecil diajarin kan masih belum ngerti dan ngeh banget soal begituan, jadinya aku acuhin aja. Tapi waktu itu juga lagi virus anime-anime jepang beredar, jadilah saya sebagai salah satu korban akutnya. Kemudian aku menjadi anak paling “sok” tentang jepang. Hahaha~ aku sok-sok-an nulis hiragana & katakana gitu deh, tapi asal-asalan. Wong aku aja ga kenal itu huruf jepang apa namanya, malah sok nulis lagi. Tapi... aku bisa lho nulis kanjinya hujan gara-gara niru dari TV, hehehe~ T_T
Kalo lagi ada pelajaran seni gambar yang selalu aku tulis dengan kuas dan tinta hitam adalah huruf-huruf jepang abal itu. Aku selalu bilang sama temanku dengan nada sombong, “nih, huruf jepang tuh kayak gini!” terus temanku itu malah bertanya dengan mata berbinar-binar karena kagum, “iya? Waah, keren! Bacanya apa tuh, fat?” lalu aku jawab, “ga tahu, yang pasti ini huruf jepang.” Gubraak!! Jatoh ga sih kalo gitu ceritanya? Yaa namanya anak SD kelas 3-4an, begitulah adanya. Aku sama Deani cekikikan banget pas cerita itu. Ada guru lagi di depan tapi biarlah (gomenasai, sensei~ -,-)
Terus ada juga kartun judulnya Wong Fei Hung. Aku masih inget itu kartun muncul tiap pagi, mau sekolah atau libur tetep nonton itu kartun. Lucu aja liat tokoh-tokohnya. Serasa jadi pengen superhero beneran waktu itu. Belom ada kan superhero cewek? Naah, aku mengajukan diri untuk itu. Lagunya juga masih kuingat. Gini nih,
kungfu master wong fei hung
kungfu master wong fei hung
pendekar sakti wong fei hung
suka menolong, suka menolong
menumpas kejahatan di dunia
dengan kungfu-nya
jurus saktinya
musuh ditendang
lari tunggang-langgang~
begitulah lagunya. Deani ga bisa berhenti ketawa. Sampai pengen nangis katanya. Terus aku juga inget ayahku minta ditulisin lagu itu, katanya biar bisa nyanyi bareng. Walhasil, aku tulis lagu itu sambil bergumam-gumam ga jelas nginget itu lagu, sendirian di tengah malam, duduk di meja makan dengan sehelai kertas putih kosong dan pensil di tangan sementara ayahku tidur-tiduran di kamar sambil tunggu jadi. Hadooh… konyol tingkat dewa itu... *3*
Kalo udah nonton itu nanti langsung cari channel lain yang ada kartunnya. Cardcaptor Sakura, Dr.Rin, Tokyo Mew Mew... ah~ jadi kangen niih!!! "'(>o<)"
Pokoknya, inget masa-masa kecil itu bener-bener nostalgia yang nostalgila deh! Dijamin seru dan ga akan bosen seumur hidup.
Yo~ kalo begitu cukup sekian dari saya. Ha~ maaf kalo jatohnya malah curhat.
Daah~ ^o^
Sunday, October 2, 2011
Pemimpin Ideal
Satu bulan yang lalu, aku mendengar di sebuah acara berita di televisi tentang pemimpin. Seorang seniman yang juga berprofesi sebagai pengamat politik mendeskripsikan tentang ‘Pemimpin Ideal’ versinya. Ia mengambil dua buah wayang dan mulai memainkan kata-katanya. Sejenak aku mendengarkan semua kata yang ia ucapkan. Terasa ringan namun menusuk hati. Langsung aku tergerak untuk mengambil sebuah notes dan pulpen, lalu kutulis…
Pemimpin itu harus seperti tanah yang walaupun ia diinjak-injak namun tetap menumbuhkan tunas-tunas baru
Pemimpin itu harus seperti matahari yang apabila ia muncul akan timbul suatu energi
Pemimpin itu harus seperti air yang tidak terlihat tinggi maupun rendah di manapun ia berada. Tidak terlihat kaya di kalangan orang miskin dan tidak terlihat miskin di kalangan orang kaya karena pada dasarnya air itu rata
Pemimpin itu harus seperti api yang bisa menyelesaikan apapun karena pada dasarnya tidak ada yang tidak bisa dihabisi oleh api
Sujiwo Tedjo
Tertegun aku mendengar kata-kata itu. Walau aku hanya menulis inti dari pembicaraannya, tetap saja membuatku tertunduk malu. Apakah aku sudah menjadi seperti apa yang teman-temanku harapkan? Aku pun hanya tersenyum.
Thursday, September 29, 2011
Remember When
Remember when I cried to you a thousand times
I told you everything
You know my feelings
It never crossed my mind
That there would be a time
For us to say goodbye
What a big surprise
But I’m not lost
I’m not gone
I haven’t forgot
[chorus]
These feelings I can’t shake no more
These feelings are running out the door
I can feel it falling down
And I’m not coming back around
These feelings I can’t take no more
This emptiness in the bottom drawer
It’s getting harder to pretend
And I’m not coming back around again
Remember when…
I remember when
It was together ‘til the end
Now I’m alone again
Where do I begin?
I cried a little bit
You died a little bit
Please say there’s no regrets
And say you won’t forget
But I’m not lost
I’m not gone
I haven’t forgot
[chorus]
These feelings I can’t shake no more
These feelings are running out the door
I can feel it falling down
And I’m not coming back around
These feelings I can’t take no more
This emptiness in the bottom drawer
It’s getting harder to pretend
And I’m not coming back around again
Remember when…
That was then
Now it’s the end
I’m not coming back
I can’t pretend
Remember When
[chorus]
These feelings I can’t shake no more
These feelings are running out the door
I can feel it falling down
And I’m not coming back around
These feelings I can’t take no more
This emptiness in the bottom drawer
It’s getting harder to pretend
And I’m not coming back around again
performance : avril lavigne
Saturday, September 10, 2011
Untuk Sahabat yang Paling Aku Sayang
Sahabat yang aku sayang,
memiliki seseorang yang menyayangimu sangat kau butuhkan
Ia bisa melindungimu,
bertanya apakah kau sedang dalam kesulitan,
bertanya apakah kamu sudah makan
Ia bisa menjadi seorang yang kau idolakan
Ia adalah orang yang menurutmu paling mengerti kamu
Ia pun bisa menjadi orang yang paling memengaruhi kamu
Ya, memiliki seorang 'kekasih' yang baik adalah impian setiap perempuan
termasuk aku
Sahabatku tersayang,
aku tahu di umurmu yang sekarang
kau sedang butuh banyak kasih sayang
Aku tahu kau masih mudah goyah dan terburu-buru dalam memutuskan
Aku tahu bahwa kau merasa tidak enak dengan perasaan yang dia berikan
Tapi, sahabatku,
apa kau tidak tahu seberapa besar aku menyayangimu?
Apa kau tidak tahu seberapa besar aku mencintaimu?
Tak tahukah kau berapa banyak waktu yang aku korbankan hanya untukmu?
Sahabatku,
aku sangat menyayangimu,
aku sangat mencintaimu
Melebihi yang bisa dijanjikan 'kekasihmu' itu kepadamu
Aku selalu mendengar keluhmu
ketika kau bilang 'kekasihmu' mendiamkanmu
Aku selalu ada ketika kau sedih dan menangis,
ketika kau bilang 'kekasihmu' memutuskanmu begitu saja
Sahabatku yang sangat berarti untukku,
kita sudah melalui begitu banyak waktu bersama
Kita tertawa,
kita menangis,
kita saling mendukung,
kita selalu bersama setiap waktu
Kau dan aku
Sahabatku,
mengapa kau lebih memilih dia daripada aku?
Mengapa kau selalu tersenyum kepadanya daripada aku?
Aku sakit, sahabatku
ketika kau pilih dia untuk pulang bersamamu
daripada denganku
Aku cemburu, sahabatku
ketika kau tertawa dan menangis dengannya
daripada bersamaku
Aku sedih,
ketika kau bilang dia yang paling mengerti kamu
daripada aku
Sahabatku,
bolehkah aku bertanya kepadamu?
Apakah kau masih bersamaku?
Apakah kau masih anggap aku orang yang terbaik untukmu?
Apakah kau masih ingat apa sudah kita lalui.
Sahabatku,
maafkan aku jika kau merasa kurang kasih sayang dariku
Maafkan aku jika aku pernah menyakiti hatimu
Maafkan aku jika aku belum memerhatikanmu
Namun, di atas semua itu,
aku sangat mencintaimu, sahabatku
aku mencintaimu karena Allah
memiliki seseorang yang menyayangimu sangat kau butuhkan
Ia bisa melindungimu,
bertanya apakah kau sedang dalam kesulitan,
bertanya apakah kamu sudah makan
Ia bisa menjadi seorang yang kau idolakan
Ia adalah orang yang menurutmu paling mengerti kamu
Ia pun bisa menjadi orang yang paling memengaruhi kamu
Ya, memiliki seorang 'kekasih' yang baik adalah impian setiap perempuan
termasuk aku
Sahabatku tersayang,
aku tahu di umurmu yang sekarang
kau sedang butuh banyak kasih sayang
Aku tahu kau masih mudah goyah dan terburu-buru dalam memutuskan
Aku tahu bahwa kau merasa tidak enak dengan perasaan yang dia berikan
Tapi, sahabatku,
apa kau tidak tahu seberapa besar aku menyayangimu?
Apa kau tidak tahu seberapa besar aku mencintaimu?
Tak tahukah kau berapa banyak waktu yang aku korbankan hanya untukmu?
Sahabatku,
aku sangat menyayangimu,
aku sangat mencintaimu
Melebihi yang bisa dijanjikan 'kekasihmu' itu kepadamu
Aku selalu mendengar keluhmu
ketika kau bilang 'kekasihmu' mendiamkanmu
Aku selalu ada ketika kau sedih dan menangis,
ketika kau bilang 'kekasihmu' memutuskanmu begitu saja
Sahabatku yang sangat berarti untukku,
kita sudah melalui begitu banyak waktu bersama
Kita tertawa,
kita menangis,
kita saling mendukung,
kita selalu bersama setiap waktu
Kau dan aku
Sahabatku,
mengapa kau lebih memilih dia daripada aku?
Mengapa kau selalu tersenyum kepadanya daripada aku?
Aku sakit, sahabatku
ketika kau pilih dia untuk pulang bersamamu
daripada denganku
Aku cemburu, sahabatku
ketika kau tertawa dan menangis dengannya
daripada bersamaku
Aku sedih,
ketika kau bilang dia yang paling mengerti kamu
daripada aku
Sahabatku,
bolehkah aku bertanya kepadamu?
Apakah kau masih bersamaku?
Apakah kau masih anggap aku orang yang terbaik untukmu?
Apakah kau masih ingat apa sudah kita lalui.
Sahabatku,
maafkan aku jika kau merasa kurang kasih sayang dariku
Maafkan aku jika aku pernah menyakiti hatimu
Maafkan aku jika aku belum memerhatikanmu
Namun, di atas semua itu,
aku sangat mencintaimu, sahabatku
aku mencintaimu karena Allah
Subscribe to:
Posts (Atom)




















